Cerita Founder Sultan Desain: Proses Kreatif di Balik Koreo La Grande Indonesia saat Tim Garuda Hadapi Bahrain di SUGBK

2 days ago 9

Bola.com, Yogyakarta - Euforia kemenangan Timnas Indonesia atas Bahrain di putaran ketiga Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia masih terasa. Laga itu terasa spesial dengan suguhan koreo luar biasa dari salah satu kelompok suporter Tim Garuda.

Adalah La Grande Indonesia yang membuat koreo spektakuler ketika skuad Merah-Putih menang 1-0 atas Bahrain pada matchday 8 putaran ketiga Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (25/3/2025).

Sebelum laga dimulai, La Grande Indonesia di sisi utara tribune stadion melakukan aksi yang mengundang decak kagum. Mereka membentangkan giant koreo bergambar burung Garuda dengan pesan "Show Your Dignity" yang berarti: "Tunjukkan Harga Dirimu".

La Grande Indonesia bekerja sama dengan Sultan Desain dan founder Bill Mohdor Studio, Nabil Muhdor, dalam pembuatan koreo tersebut. Lantas, apa makna dari koreo "Show Your Dignity" dan berapa lama proses pembuatannya?

Berita video dalam laga Timnas Indonesia vs Jepang, sekelompok suporter Garuda yang bernama La Grande Indonesia, menyajikan koreo berkelas untuk dukung anak-anak Timnas Indonesia di SUGBK.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Proses Kreatif

Bola.com berkesempatan mewawancarai founder Sultan Desain bernama Febru Danar Surya atau yang akrab disapa Aru. Ilustrator asal Bantul, Yogyakarta, itu menceritakan detail proses kreatif di balik koreografi Garuda.

Lulusan jurusan desain komunikasi visual dari SMK Koperasi Yogyakarta itu menuturkan, proses creative dalam ilustrasi tersebut memerlukan waktu hampir sebulan. Awalnya, La Grande meminta awal Februari untuk diselesaikan, namun mundur dari estimasi.

"Itu karena pengerjaan di ilustrasinya sekitar 23 hari, kenapa kok bisa lama karena banyak revisi. Untuk timeline-nya tanggal 7-21 Januari, itu brief masuk. Lalu kita buat sketsa tanggal 24 Januari setelah kita bikin sketsa itu ada revisi," ujar Aru, sapaan karibnya.

"Sebelumnya konsep awalnya itu Garuda Pancasila alias Garuda yang pakai Bhinneka Tunggal Ika di perisai dadanya. Lalu, di background ada gunungan wayang sama batik Megamendung, yang lawan Bahrain kita mengambil konsep puncak kejayaan."

"Namun, ternyata ada perubahan, kita enggak jadi pakai konsep itu karena takutnya netizen nanti berkomentar yang tidak-tidak. Contohnya, ya 'Indonesia bukan Jawa saja' dan kita menghindari hal-hal yang enggak diinginkan," sambungnya.

Berganti Konsep

Aru memaparkan detail dalam koreo yang sempat berganti konsep tersebut. Aru mengatakan, beberapa elemen desain mencakup unsur geografis, budaya, dan sejarah Indonesia. Mulai dari cartenz pyramid, motif batik, angka 45, bulan biru, hingga pesan "Tunjukkan Harga Dirimu".

"Sehingga kita ganti konsepnya masih Garuda pakai zirah atau elemen pancasila di dadanya, lalu backgroud kita ganti biar lebih umum lagi. Puncak Gunung Jayawijaya sama ada awan," kata pria berusia 28 tahun itu.

"Tema tentang puncak kejayaan karena Jayawijaya gunung tertinggi di Indonesia. Lalu kita masuk proses detailing digital tanggal 29 Januari-2 Februari. Setelah jadi kirain sudah fix mau di mural tapi ternyata ada revisi."

"Revisinya ini masih penyesuaian konsep ulang sehingga sedikit ada perubahan di Garuda, La Grande ingin mengambil aman takutnya kalau kita pakai ini, nuansa Pancasila di dadanya atau Bhinneka Tunggal Ika ada masalah terkait hukum, karena undang-undang di Indonesia perubahan lambang negara enggak boleh."

"Makanya Bhineka Tunggal Ika dihilangkan. Sehingga yang terjadi versi aslinya yang kita lihat kemarin. Kurang lebih sekitar 23 hari untuk prosesnya karena ada revisi bukan masalah kesulitan design atau detailing tapi lebih banyak pertimbangan," terang Aru.

Makna dan Filosofi

Pria kelahiran 18 Februari 1997 itu menjelaskan visual konsep untuk koreo merupakan ide dari La Grande Indonesia. Aru bilang, Sultan Design hanya sebagai eksekutor dan ikut andil dalam memberikan ide tambahan.

"Kenapa Garuda? Karena kita menyesuaikan yang terjadi di lapangan. Kita ingin menunjukkan kepada Bahrain dan dunia siapa negara kita. Siapa sih Timnas Indonesia itu, karena di match sebelumnya ada gesekan dengan Bahrain di masa injury time, terkait wasit atau influencer Bahrain yang viral," ungkap Aru.

Dengan situasi dan kondisi yang terjadi di lapangan terciptalah konsep tersebut. Sehingga pada laga kemarin, La Grande Indonesia ingin membuktikan kepada Bahrain sekaligus memberikan dukungan untuk perjuangan Jay Idzes dkk. di lapangan.

"Jadi dua hal yang langsung tersiratkan dalam satu visual. Ingin membuktikan kepada Bahrain bahwasannya Garuda itu punya martabat dan harga diri, bangsa kita enggak mudah diolok-olok. Makanya kita mengambil teks 'Show Your Dignity'," terangnya.

"Kalau filosofi yang lain, selain konsep Garuda dan teksnya itu ada angka 45 untuk memvisualkan semangat juang para pejuang terdahulu yang masih diwariskan oleh Timnas Indonesia. 45 tanggal kemerdekaan kita," imbuh Aru.

Project Kedua

Ini merupakan project kedua Aru bersama La Grande Indonesia. Sebelumnya, lulusan MTS.N 9 Bantul itu juga menggarap koreo Gundala versus Godzilla yang mendunia saat Timnas Indonesia menjamu Jepang pada 15 November 2024.

"First time kita bekerja sama dengan La Grande itu waktu proyek pembuatan ilustrasi koreografi untuk Gundala vs Godzilla pada match lawan Jepang," kenang Aru.

"Itu betul-betul karya kita tentang sepak bola untuk pertama kali dan ini mungkin orang lain mengira Sultan Desain sudah sering bikin tentang sepak bola makanya dihubungi La Grande, padahal enggak."

"Dari 2024 itu langsung pecah dan yang kedua kali pada 2025 Alhamdulillah euforianya lebih oke. Soalnya dari segi teknis wawancara lebih banyak, dari followers juga bertambah mungkin karena kita mengangkat burung Garuda atau lambang negara kita," pungkasnya.

Read Entire Article
Ilmu Pengetahuan | | | |