Termasuk Eks Anak Buah John Herdman di Timnas Kanada, 4 Pilar Juventus yang Bakal Dihadapi Jay Idzes Tengah Pekan Ini

2 days ago 8

Bola.com, Jakarta - Sassuolo yang diperkuat bek sekaligus kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes siap menghadapi klub raksasa Juventus, tengah pekan ini. Bakal menjadi laga yang menyita perhatian.

Sassuolo dijadwalkan menjamu Juventus dalam lanjutan pekan ke-19 Serie A di Mapei Stadium, Rabu (7/1/2026) dini hari WIB. Pertandingan yang cukup emosional bagi Jay Idzes maupun Juventus.

Jay Idzes punya kenangan cukup indah dalam kariernya saat menghadapi Juventus. Tepatnya di musim lalu, ketika ia masih berbaju Venezia yang kini melorot ke Serie B.

Sang kapten Timnas Indonesia itu sempat menjadi momok bagi publik Turin, lewat sebuah aksinya dengan mencetak gol ke gawang Michele Di Gregorio tanggal 12 Desember 2024.

Namun demikian, Juventus bukanlah tim ecek-ecek. Bianconeri sebagai tim tersukses di Serie A, punya amunisi kuat untuk melumpuhkan lawan. Akan menjadi tugas tidak mudah bagi Jay Idzes dan kawan-kawan.

Berikut ini empat pemain Juventus yang wajib dihentikan oleh Jay Idzes dalam pertandingan nanti:

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Jonathan David

Juventus mendatangkan beberapa striker baru musim ini. Langkah yang diambil untuk menambah daya serang, selain sudah memiliki Dusan Vlahovic.

Nama pertama dalam daftar ini adalah Jonathan David, striker asal Kanada yang cukup tajam. Ia punya pengalaman dengan bermain impresif saat di LOSC Lille, maupun menjadi andalan di Timnas Kanada.

Jonathan David merupakan mantan anak asuh John Herdman yang kini menukangi Timnas Indonesia, sekaligus pelatih Jay Idzes dkk. Jonathan David musim ini telah bermain 34 kali di semua kompetisi bersama Juventus, dari jumlah itu ia mencetak tiga gol dan dua assist.

Ia dikenal punya naluri mencetak gol tinggi dan tenang dalam melahap peluang. Meski akhir pekan lalu ia mendapat sorotan tajam dari publik Turin usai eksekusi penaltinya ke gawang Lecce tak berhasil.

Lois Openda

Berikutnya ada penyerang lincah asal Belgia, Lois Openda. Sama seperti Jonathan David, Openda juga merupakan rekrutan anyar Juventus di musim panas kemarin.

Openda masih menunggu untuk menjadi pilihan utama pelatih Luciano Spalletti di barisan depan timnya. Seringkali ia dijadikan supersub, dan terbukti memainkan total 20 laga dan mencetak dua gol di semua kompetisi.

Kemampuan utama Loïs Openda terletak pada kecepatan luar biasa, pergerakan tanpa bola yang cerdas, penyelesaian akhir yang efektif. Kemampuannya bermain di berbagai posisi lini depan, menjadikannya penyerang serbaguna yang sangat mengandalkan kecepatannya, seringkali bergerak melebar atau ke tengah untuk membantu serangan.

Francisco Conceicao

Selanjutnya ada Francisco Conceicao, putra pesepak bola legendaris Portugal Sergio Conceicao. Juventus sudah merasakan bakat pemain sayap berusia 23 tahun itu sejak musim lalu, saat dipinjam dari Porto.

Setelah mencetak 7 gol dan 6 assist dari 40 laga musim lalu, membuat Juventus akhirnya mempermanenkannya. Ledakan pemain kidal dengan nomor punggung 7 di Juventus masih terasa musim ini, ia memainkan 20 laga dengan mencetak tiga gol di semua kompetisi.

Kemampuannya ada pada kecepatan, kelincahan, dribbling, visi, dan kecerdasan taktisnya. Bermain dominan di sayap kanan untuk memotong ke dalam dan menembak atau mengumpan. Meskipun juga bisa bermain di kiri, ia punya etos kerja tinggi, berani, dan kreatif.

Kenan Yildiz

Inilah sang bintang utama Juventus yang sering menjadi tumpuan utama. Kenan Yildiz menjelma sebagai pemain paling potensial di Bianconeri, bahkan ia pemilik nomor keramat yakni 10 yang legendaris di Turin.

Kenan Yildiz sudah meledak sejak dua musim lalu, dan digadang-gadang akan menjadi pemain besar di Juventus. Benar saja, musim lalu ia total bermain 52 laga, mencetak 12 gol dan membukukan 9 assist.

Berlanjut musim ini ia sudah menorehkan total tujuh gol plus enam assist dari total 24 laga di semua kompetisi. Kemampuannya sebagai pemain depan yang serbaguna dengan teknik luar biasa, dribbling lincah, passing kreatif, dan tendangan keras dari luar kotak penalti.

Masih berusia 20 tahun, ia dikenal sebagai playmaker modern yang bisa bermain sebagai sayap dan memiliki kecerdasan taktis tinggi untuk menciptakan peluang.

Kemampuannya mencakup dribbling efektif, penyelesaian akhir, kontrol tempo, dan kebebasan bergerak untuk mengeksploitasi ruang.

Persaingan di Liga Italia

Read Entire Article
Ilmu Pengetahuan | | | |