Serangkaian Insiden di Liga 4 Bikin PSSI Gerah, Emergency Meeting Digelar Tengah Malam

7 hours ago 5

Bola.com, Jakarta - PSSI bergerak cepat merespons sejumlah insiden serius yang mencoreng jalannya kompetisi Liga 4 musim 2025/2026. Federasi menggelar rapat darurat atau emergency online meeting bersama PSSI Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Rapat tersebut membahas berbagai peristiwa luar biasa yang terjadi sepanjang pelaksanaan Putaran Provinsi Liga 4. Sejumlah insiden itu bahkan viral di media sosial dan memicu kecaman luas dari publik.

Situasi ini dinilai tidak bisa dipandang sebelah mata. PSSI menilai, apa yang terjadi di level daerah tetap membawa dampak langsung terhadap citra sepak bola Indonesia secara keseluruhan.

Karena itu, federasi menegaskan perlunya langkah tegas agar kompetisi akar rumput tetap berjalan sesuai prinsip sportivitas dan keselamatan semua pihak.

Dihadiri Jajaran Elite PSSI dan Asprov Jawa Tengah–Jawa Timur

Rapat daring tersebut diikuti sejumlah petinggi PSSI, di antaranya Wakil Ketua Umum Zainudin Amali, Sekretaris Jenderal Yunus Nusi, anggota Exco Rudy Yulianto dan Kairul Anwar, Ketua Komite Disiplin Umar Husin, serta perwakilan Departemen Wasit Pratap Singh.

Selain itu, pertemuan juga melibatkan perwakilan PSSI Jawa Tengah, PSSI Jawa Timur, manajer klub, hingga panitia pelaksana pertandingan Liga 4 di kedua provinsi tersebut.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, mengatakan rapat darurat ini digelar atas arahan langsung Ketua Umum PSSI Erick Thohir bersama Eksekutif Komite.

“Atas arahan Ketua Umum Bapak Erick Thohir dan Eksekutif Komite PSSI, terkait persoalan-persoalan luar biasa yang saat ini terjadi pada event-event sepak bola Indonesia, khususnya di Liga 4 di Jawa Timur dan Jawa Tengah, kami diminta untuk segera mengambil langkah tegas,” ujar Yunus.

PSSI Siapkan Sanksi Lebih Luas, Tak Hanya Pemain

Menurut Yunus, insiden-insiden tersebut tidak hanya melibatkan tindakan tidak sportif pemain, tetapi juga berdampak luas terhadap ekosistem sepak bola nasional.

“Akibat dari tindakan sejumlah pemain, media sosial menjadi sangat ramai dan mendiskreditkan nama sepak bola Indonesia, khususnya PSSI,” kata Yunus.

>PSSI pun menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh sekaligus menyiapkan penambahan regulasi khusus untuk Liga 4. Sanksi yang disiapkan tidak akan berhenti pada individu pemain.

“Apabila terjadi hal-hal luar biasa, maka akan dilakukan evaluasi serta penambahan regulasi Liga 4 untuk memberikan sanksi. Sanksi tersebut tidak hanya ditujukan kepada pemain, tetapi juga kepada pelatih, manajer, ofisial, bahkan kepada klubnya,” tegas Yunus.

Read Entire Article
Ilmu Pengetahuan | | | |