PSIM Bercokol di Enam Klasemen BRI Super League, Manajer Tim: Yang Penting Posisi Akhir Musim

8 hours ago 7

Bola.com, Yogyakarta - Manajer PSIM Yogyakarta, Razzi Taruna, merasa bersyukur timnya bisa bertengger di papan atas klasemen sementara BRI Super League 2025/2026. Laskar Mataram kini ada di posisi keenam dengan koleksi 30 poin.

Meskipun demikian, pencapaian di paruh musim belum bisa dijadikan tolok ukur keberhasilan tim secara keseluruhan. Bagi Razzi, yang terpenting ialah hasil akhir ketika kompetisi rampung.

"Kami tetap selalu realistis dengan target. Ya, kami sangat puas dengan hasil sekarang ini dan buat saya ini belum apa-apa, karena yang paling penting itu bukan tabel di puncak klasemen paruh musim tetapi pada akhir musim," ujar Razzi.

"Karena banyak kasus tim yang paruh musim di peringkat lima, paruh musim berikutnya bisa di peringkat 10 ke bawah. Itu sering terjadi. Contoh kemarin Malut United paruh musim peringkat 13, akhir musim peringkat tiga. Saya lebih pilih itu yang di akhir musim finis lebih baik," lanjutnya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Jangan Putus Dukungan

Klub yang dijuluki Laskar Mataram tersebut berhasil mengamankan delapan kemenangan, enam imbang, plus tiga kekalahan dari 17 pertandingan. Razzi pun meminta dukungan penuh dari seluruh elemen agar tim bisa terus konsisten hingga akhir musim.

"Nah, tapi Alhamdulillah ini kami diberikannya ini (peringkat enam) ya saya mohon teman-teman ada supportnya. Pasti manajemen dan tim teknis berjuang semaksimal mungkin untuk bisa konsisten," kata Razzi.

"Jadi saya tetap berharap teman-teman benar-benar mengawal PSIM Jogja. Kita juga bukan manajemen atau tim yang anti kritik."

"Selama ini kami selalu terbuka dengan itu. Ya, mungkin di tulisan-tulisan bisa disadarkan memang target kita ya ini gitu karena ini juga jadi omongan sama pelatih juga," tutur pria berkacamata itu.

Potensi Tekanan di Putaran Kedua

Lebih lanjut, Razzi menyoroti potensi tekanan akibat ekspektasi tinggi terhadap Laskar Mataram. Ia memberi gambaran situasi jika tim mengalami hasil buruk dalam dua laga beruntun.

"Contoh begini, sekarang PSIM di peringkat enam. Nanti let's say amit-amit misalnya kami kalah dua kali beruntun. Dengan seperti ini orang pasti goyang sudah, 'Wah ini apa nih PSIM? Apa nih PSIM bisa wah apa nih ini?'," sebutnya.

"Tapi sebenarnya logikanya kalau misalnya di konteksnya adalah tim promosi kalah dua beruntun sebenarnya it's not that bad. Tapi karena kita sudah ingatnya, 'Oh PSIM nih klub enam besar,' kalau kalah dua kali beruntun."

"Nah, jadi itu mungkin cukup baik juga berarti menunjukkan bahwa sekarang juga ekspektasi suporter jadi semakin tinggi dengan PSIM dengan performa yang sudah dicapai," pungkas Razzi Taruna.

Simak Persaingan Musim Ini:

Read Entire Article
Ilmu Pengetahuan | | | |