Pegadaian Championship: PSS Tumbang dari Kendal Tornado FC, Ansyari Lubis Geram dengan Kepemimpinan Wasit

1 day ago 9

Bola.com, Solo - PSS Sleman gagal membawa pulang poin setelah kalah 1-2 dari Kendal Tornado FC pada pekan ke-14 Pegadaian Championship 2025/2026. Duel sengit tersebut digelar di Stadion Sriwedari, Solo, Senin (5/1/2025) malam WIB.

Dua gol Kendal Tornado FC dicetak Patrick Cruz pada menit ke-31 (P), dan Juan Morales (60'). Adapun PSS cuma mampu membalas lewat Gustavo Tocantins pada menit ke-55.

Selepas laga, Pelatih PSS, Ansyari Lubis, meluapkan kekecewaan terhadap wasit Hamdi yang memimpin pertandingan. Menurutnya, laga sejatinya berjalan menarik karena kedua tim sama-sama menampilkan permainan berkualitas.

"Hari ini kita dipertontonkan ada dua hal yang saya sampaikan. Ketika pertandingan ini sebenarnya berjalan dengan baik ya. Kita tahu Kendal punya kualitas permainan bagus, mereka juga dengan taktikal yang luar biasa," buka Ansyari dalam konferensi pers seusai laga.

​"Kami keteteran pada awal babak pertama. Kita tahu dia juga melakukan pressing yang cukup membuat kami agak sulit. Setelah itu, kami bisa membalikkan keadaan. Tetapi yang saya sayangkan dalam pertandingan hari ini, kedua tim bermain dengan kualitas yang bagus, tapi dipimpin oleh wasit yang tidak bagus," keluhnya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Soroti Keputusan Wasit

Dalam laga ini, Tim Super Elang Jawa bermain dengan 10 pemain pada pengujung babak kedua. Gelandang PSS, Farrel Arda, diganjar dua kartu kuning yang berujung kartu merah karena melakukan pelanggaran ke pemain tuan rumah.

Ansyari Lubis menegaskan tidak mempermasalahkan kartu merah sebagai bagian dari risiko sepak bola, tetapi menyoroti konsistensi pengambilan keputusan. Namun, banyak keputusan wasit yang merugikan timnya.

“Kami enggak ada masalah mau di kartu merah, itu biasa dalam sepak bola. Tapi kenapa keputusan-keputusan wasit sangat merugikan kami. Ini jujur saya belum pernah sekalipun bicara soal wasit, tapi hari ini saya kira sepak bola kita harus berbenah,” tegas Ansyari.

​"Lihat ketika pemain, dua pemain mereka ditarik karena kartu dua kartu kuning. Sebelum itu kejadian, mereka melakukan pelanggaran tapi tidak dikasih kartu merah. Kenapa pemain kita begitu sekali saja langsung kasih kartu merah? Sebelumnya sudah dapat kartu kuning. Jadi, ini sangat luar biasa dan kita tahu siapa di balik pertandingan hari ini."

"Tapi janganlah sampai sepak bola kita dirusak hal-hal seperti itu. Kami kalah, kita akui mereka bagus mainnya. Tapi pertandingan yang begitu enak ditonton dengan 10 pemain kami tetap juga dikerjain, itu luar biasa, luar biasa," lanjutnya.

Gol PSS Dianulir

Laskar Sembada sebetulnya sempat menyamakan kedudukan melalui aksi Gustavo Tocantins menit ke-80 yang memanfaatkan umpan Ichsan Pratama. Tetapi, gol dianulir VAR usai bola menyentuh tangan Ichsan Pratama.

"Tadi kami tanya masalah gol kedua kita yang dilihat VAR, apa keputusan wasit? Decisionnya apa? Pemain bilang dia handball, satu lagi pelanggaran. Wasit apa gitu lho? Keputusannya tidak mutlak. Percuma kami workshop, sebelum pertandingan workshop: wah kita ditekankan begini, pemain harus fair play, pelatih harus fair play," katanya dengan nada kecewa.

​"Capek kami melatih pemain. Ini luar biasa. Saya tidak sampai pernah semarah ini. Saya juga di sepak bola bukan sebentar. Saya tahu. Tapi janganlah dirusak seperti itu terus."

"Apalagi ini makin hari semakin mendekati akhir kompetisi. Kita lihat, pasti banyak kejadian seperti ini. Jadi mohon satu lagi, ini maaf ya, apakah sudah benar enggak LIB memverifikasi lapangan, standarisasinya? Maaf, tadi ada yang menyampaikan ke saya gitu, jadi saya harus sampaikan."

"Ya mudah-mudahan, ya kami tetap menerima tapi sebagai penyelenggara, LIB juga harus koreksi diri. Jangan yang dihukum pemain, pelatih, tapi mereka yang melakukan kesalahan tidak ada punishmentnya. Penontonlah yang dihukum, pemainlah. Rusak sepak bola kita begini terus," pungkasnya.

Pemain juga Kecewa

Sementara itu, bek PSS Sleman, Kevin Gomes, mengakui kekecewaan para pemain atas hasil pertandingan dan kepemimpinan wasit. Meski demikian, ia menegaskan tim harus tetap menatap ke depan.

“Jujur kami kecewa juga sama wasit hari ini. Tapi ini bukan akhir dari semuanya. Kami tim besar, pemain-pemain besar, dan harus fokus sama diri sendiri,” ujar Kevin.

“Apa pun yang terjadi di lapangan, kita harus fokus sama kita. Kami sudah berjuang sampai detik akhir. Hasilnya memang mengecewakan, tapi saya tetap bangga dengan kerja keras teman-teman,” sambungnya.

Ini menjadi kekalahan kedua bagi Tim Elang Jawa di Pegadaian Championship. PSS kini tertahan di posisi kedua klasemen sementara Grup Timur dengan koleksi 30 poin.

Hasil tersebut terasa sangat menyesakkan lantaran Kim Kurniawan dkk. gagal memangkas jarak dengan pemuncak klasemen sementara Barito Putera yang mengoleksi 34 angka.

  • 0%suka
  • 0%lucu
  • 0%sedih
  • 0%marah
  • 0%kaget
  • 0%aneh
  • 0%takut
  • 0%takjub
  • Ana Dewi
  • Rizki Hidayat
Read Entire Article
Ilmu Pengetahuan | | | |