Kembali ke Semifinal Piala Asia U-23, Vietnam Temukan Template Sukses di Sepak Bola: Grassroot Berjalan dan Tangan Dingin Pelatih Korea

5 hours ago 2

Bola.com, Jakarta - Vietnam kembali menegaskan statusnya sebagai kekuatan utama sepak bola Asia Tenggara.

Kali ini, prestasi membanggakan datang dari ajang Piala Asia U-23, di mana Vietnam berhasil melangkah ke babak semifinal setelah menaklukkan Uni Emirat Arab (UAE) 3-2. Pada final, Vietnam akan menantang raja Asia, Jepang.

Kemenangan dramatis tersebut bukan hanya soal satu pertandingan, tetapi menjadi simbol keberhasilan proses panjang dan kesinambungan filosofi sepak bola Vietnam dalam satu dekade terakhir.

Keberhasilan ini terasa semakin spesial jika menengok sejarah turnamen. Pada edisi sebelumnya, Piala Asia U-23 2024, Indonesia yang melaju ke semifinal di bawah polesan Shin Tae-yong.

Namun, setelah pergantian tim pelatih, Indonesia langsung terjun bebas: gagal lolos ke putaran final!

Artinya, saat ini, Vietnam menjadi satu-satunya representasi Asia Tenggara yang mampu berbicara banyak di level kontinental.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Bukti Estafet Kepelatihan yang Berhasil

Kesuksesan Vietnam saat ini tidak datang secara instan. Banyak pihak menilai pencapaian ini sebagai bukti estafet kepelatihan yang berjalan mulus, dari era Park Hang-seo (PHS) hingga kini di bawah kendali Kim Sang-sik.

Sejak masa Park Hang-seo, Vietnam memang dikenal sebagai tim yang solid, disiplin, dan memiliki identitas permainan yang jelas. Di bawah PHS, Vietnam U-23 bahkan pernah mencetak sejarah dengan melaju hingga final Piala Asia U-23 2018, sebuah pencapaian luar biasa yang masih dikenang hingga sekarang.

Menariknya, setelah era Park Hang-seo berakhir, Vietnam sempat memasuki fase peralihan dengan mencoba menggunakan pelatih Eropa. Namun, eksperimen tersebut tidak berjalan sesuai harapan.

Hasil yang inkonsisten dan gaya bermain yang dinilai kurang cocok dengan karakter pemain Vietnam membuat federasi tidak memaksakan diri untuk terus berada di jalur tersebut. Keputusan untuk kembali mempercayakan tim kepada pelatih asal Korea Selatan terbukti tepat.

3 Gelar

Kim Sang-sik hadir bukan sekadar sebagai pelatih baru, melainkan sebagai penerus filosofi yang telah ditanamkan sebelumnya. Ia memahami betul karakter pemain Vietnam: kerja keras, kolektivitas, disiplin taktik, dan semangat juang tinggi. Di bawah arahannya, Vietnam tidak kehilangan identitas, justru tampil semakin matang dan efisien.

Prestasi Kim Sang-sik juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Dalam waktu relatif singkat, ia telah mempersembahkan tiga gelar bergengsi, Piala AFF 2024, Piala AFF U-23 2025, Serta medali emas SEA Games 2025.

Deretan trofi tersebut menjadi bukti nyata bahwa Vietnam sangat cocok ditangani oleh pelatih Korea Selatan, yang mampu memadukan disiplin tinggi dengan pemahaman kultur sepak bola Asia Tenggara.

Andalkan Talenta Pembinaan Lokal

Hal lain yang sering menjadi perbincangan adalah fakta bahwa Vietnam meraih semua prestasi ini tanpa mengandalkan pemain diaspora seperti yang banyak dilakukan negara lain, termasuk Indonesia.

Seluruh skuad dibangun dari sistem pembinaan domestik yang rapi dan berkelanjutan. Ini menunjukkan betapa kuatnya fondasi sepak bola Vietnam, mulai dari level usia dini hingga tim nasional.

Tak sedikit yang berandai-andai, “Bayangkan jika Vietnam memiliki pemain diaspora seperti kita.” Dengan kualitas kolektivitas yang sudah solid, tambahan talenta diaspora tentu akan membuat Vietnam semakin menakutkan. Bahkan, banyak yang percaya mereka bisa menjadi kandidat serius untuk lolos langsung ke Piala Dunia, bukan sekadar menjadi kuda hitam di Asia.

Tamparan buat Indonesia

Pesan Kuat untuk Asia TenggaraKeberhasilan Vietnam menembus semi-final Piala Asia U-23 edisi 2026 ini bukan hanya kemenangan bagi mereka, tetapi juga pelajaran berharga bagi negara-negara ASEAN lainnya. Konsistensi visi, keberanian mengevaluasi kebijakan yang gagal, serta kesetiaan pada gaya bermain yang sesuai dengan karakter pemain terbukti menjadi kunci kesuksesan.

Vietnam menunjukkan bahwa prestasi bukan soal mengganti pelatih asing semata, melainkan soal kesesuaian filosofi, kesinambungan program, dan kesabaran dalam membangun tim. Dari era Park Hang-seo hingga Kim Sang-sik, Vietnam telah membuktikan bahwa estafet yang dijalankan dengan benar bisa membawa mereka terus bersaing di level tertinggi Asia.

Kini, dengan langkah mantap di semi-final Piala Asia U-23, Vietnam sekali lagi mengirim pesan tegas: mereka bukan lagi sekadar kekuatan regional, melainkan penantang serius di panggung Asia.   

Read Entire Article
Ilmu Pengetahuan | | | |