Suka Duka Edward Wilson Junior yang Pernah Berjaya di Liga Indonesia Bersama Semen Padang

10 hours ago 7

Bola.com, Jakarta - Semen Padang terus berjuang untuk memperbaiki posisinya di klasemen sementara BRI Super League 2025/2026. Rentetan hasil yang mengecewakan membuat Semen Padang terdampar di posisi ke-16 dengan torehan yang masih 20 poin.

Bersama pelatih anyar yang juga mantan pemain Timnas Indonesia, Imran Nahumarury, Kabau Sirah bertekad memenangkan laga tersisa. Hanya kemenangan yang mampu menyelamatkan tim kebangaan warga Sumatera Barat agar luput dari jeratan degradasi.

Semen Padang merupakan salah satu tim besar dengan sejarah yang besar pula. Meski baru berdiri pada 1980, namun kiprah Kabau Sirah di pentas sepak bola nasional cukup disegani.

Dari sekian trofi yang pernah diraih, satu di antaranya adalah menjadi yang terbaik di pentas Liga Prima Indonesia 2011/2012. Di momen spesial ini pula Semen Padang dijejali amunisi-amunisi top, termasuk Edward Junior Wilson.

Datang dari negara yang sangat jauh, Liberia, Edward Wilson terbilang lama berkostum kebesaran Semen Padang, dari 2008 hingga 2013.

Semen Padang pulalah klub pertamanya saat menginjakkan pertama kali ke Indonesia dan ia sukses mengukuhkan dirinya sebagai striker tersubur di masanya, tepatnya pada musim 2009/2010.

Video highlights TSC 2016 antara Persipura Jayapura vs Sriwijaya FC yang berakhir dengan skor 1-0 di Stadion Mandala, Jayapura.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Ayah Sempat Tidak Memberikan Restu

Lama tak mendengar kabarnya, legenda yang kini berusia 41 tahun berbagi pengalaman ihwal awal kariernya di Indonesia, termasuk nasib baik yang mengantarnya ke kandang Semen Padang.

"Saya dari Liberia. Lahir dan besar di Leberia. Waktu di sana tidak ada sekolah sepak bola (SSB) seperti di sini. Kita main bola di jalan, waktu kecil mainnya di jalan raya. Dari kecil memang sudah suka sepak bola," kata Edward Wilson via kanal YouTube Sport77 Official.

Menurut Edward Junior, di awal kariernya, kedua orang tuanya, terlebih sang ayah, menentangnya untuk menjadi pesepakbola. Tapi, pelan namun pasti, ia toh mendapat dukungan juga.

"Tapi dulu papa saya nggak mau kalau saya jadi pemain sepak bola. Saya tidak tahu kenapa. Waktu itu, mereka bilang main bola itu enggak bagus. Tidak ada uang. Tapi ada waktu papa saya nonton saya main bola sekali. Habis nonton, dia bilang, 'Kamu ikut bermain bola saja'. Saya sekeluarga ada sembilan orang. Saya anak keempat," ujar Edward Junior.

Sempat Dibayar Hanya Makan Gratis

Di masa awal kariernya, Edward Junior mengaku uang belum mengalir. Ia hanya dapat makan gratis dari manajemen klub. Tapi Edward Wilson tetap semangat, sampai kemudian naik level ke Liga 1 Liberia.

"Waktu saya main di Liga 3 Liberia. Dia bilang, 'Harus terus main bola'. Waktu itu main bolanya gratis. Cuma dikasih makan saja. Itu klub pertama saya. Usia saya 14 tahun. Saya dua tahun main di Liga 3, terus promosi ke Liga 2," tukasnya.

"Habis itu saya main di Liga 1, tapi di tim yang berbeda. Saya pindah ke klub kakak saya. Dia membawa saya ke klubnya. Masih di Liberia. Kita juara Liga 1 Liberia waktu itu," papar penggemar Thierry Henry dan George Weah.

Cerita Bisa ke Indonesia

Lantas, bagaimana ceritanya Edward Junior bisa ke Indonesia dan selanjutnya menjadi bintang di Semen Padang?

"Ada namanya Perry Sah Kollie. Dia dulu main di Persikota Tangerang. Ketika dia pulang ke Liberia, dia ikut seleksi Timnas Liberia. Dia lihat saya main dan dia bilang, 'Saya mau bawa kamu Indonesia'. Waktu itu juga saya mau dibawa agen ke Jerman. Tapi saya enggak dapat visa ke Jerman. Akhirnya saya ke Indonesia," kata Edward Junior.

Awalnya Edward Junior ingin bergabung dengan Perserang Serang, di mana Perry Sah Kollie melanjutkan karier usai tak lagi di Persikota. Sayang niatan tersebut tak berlanjut, karena Edward Junior keburu dibekap cedera.

"Awalnya mau ke Perserang. Tapi enggak jadi, karena cedera. Waktu itu ada uji coba lawan Persita Tangerang," tuturnya.

"Belum ada klub. Mungkin enam bulan enggak ada klub sejak tiba di Indonesia. Baru Semen Padang datang ke Cibubur. Ada seleksi di sana. Banyak pemain asing. Cedera saya sudah sembuh. Ya, saya masuk. Waktu itu pelatih Semen Padang Djoko Susilo," tutupnya.

Read Entire Article
Ilmu Pengetahuan | | | |