Sepak Terjang Shin Tae-yong di Level Klub Jelang Latih Persija: Juara Liga Champions Asia di Seongnam Ilhwa Chunma, tapi Dipecat Ulsan HD

16 hours ago 4

Bola.com, Jakarta - Sepanjang karier kepelatihannya, Shin Tae-yong hanya pernah dua kali melatih di level klub. Sebab, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di tim nasional.

Sepak terjang Shin Tae-yong di dunia kepelatihan dimulai ketika menjadi asisten pelatih Brisbane Roar selama tiga tahun pada Juli 2005 hingga Juni 2008.

Shin Tae-yong lalu dipercaya sebagai pelatih interim Seongnam Ilhwa Chunma pada Desember 2008-Februari 2010 sebelum diangkat menjadi arsitek permanen pada Februari 2010-Desember 2012.

Shin Tae-yong cukup sukses bersama Seongnam Ilhwa Chunma, yang kini bergani nama menjadi Seongnam FC, dengan mempersembahkan Liga Champions Asia atau ACL Elite 2010 dan Piala FA Korea 2011.

Selama menangani Seongnam Ilhwa Chuna, Shin Tae-yong memimpin dalam 190 pertandingan dengan perolehan 82 kemenangan, 46 imbang, dan 62 kekalahan.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Lama di Timnas Korea Selatan

Pada Januari-Agustus 2014, Shin Tae-yong menjadi asisten pelatih Timnas Korea Selatan sebelum dipilih menjadi nakhoda interim tim berjuluk Taeguk Warriors itu pada Agustus-September 2014.

Dia kembali menjadi asisten pelatih Korea Selatan pada September 2014-Juli 2017. Selain itu, ia juga dipercaya menangani Timnas Korea Selatan U-23 pada Februari 2015-Desember 2016 dan Timnas Korea Selatan U-20 pada Januari-Juli 2017.

Pria kelahiran Gyeongbuk, Korea Selatan, pada 11 Oktober 1907 itu kembali memimpin Korea Selatan pada Januari-Desember 2016 dan Juli 2017-Juli 2018.

Shin Tae-yong adalah juru taktik yang melatih Korea Selatan di Piala Dunia 2018, termasuk kemenangan sensasional atas Timnas Jerman 2-0 yang ketika itu berstatus juara bertahan.

5 Tahun di Timnas Indonesia

Setelah kiprah yang panjang di Korea Selatan berbagai level usia, Shin Tae-yong menerima tawaran dari PSSI untuk melatih tiga kelompok umur Timnas Indonesia sekaligus mulai Januari 2020.

Mulai dari senior, U-23, dan U-20. Memasuki tahun kelimanya bersama Timnas Indonesia, pada Januari 2025, Shin Tae-yong dipecat oleh PSSI dengan alasan dinamika kepemimpinan, bahasa, dan taktik.

Pada April 2025, Shin Tae-yong terpilih sebagai Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Korea Selatan atau KFA.

Masih pada bulan yang sama, Shin Tae-yong juga diberikan jabatan sebagai General Manager paruh waktu Seongnam FC, klub yang dulu dibawanya menjuarai Liga Champions Asia.

2 Bulan di Ulsan HD

Karier kepelatihan Shin Tae-yong kembali berlanjut tatkala didapuk sebagai arsitek Ulsan HD pada Agustus 2025.

Ketika itu, Ulsan HD yang berstatus sebagau juara K League 1 atau Liga Korea Selatan tiga tahun berturut-turut pada 2022, 2023, dan 2024 sedang terpuruk.

Shin Tae-yong memulai debutnya dengan meyakinkan, kemenangan 1-0 atas Jeju SK. Namun setelah itu, tim berjuluk Tigers tersebut kalah tiga kali beruntun.

Shin Tae-yong total hanya bisa memberikan dua kemenangan dari sepuluh laganya bersama Ulsan HD, dengan empat sisanya berakhir dengan kekalahan dan imbang.

Hanya bertahan dua bulan, Shin Tae-yong dipecat oleh Ulsan HD, disusul berbagai pemberitaan negatif tentanya yang disebut berkonflik dengan para pemain senior.

Calon Pelatih Persija

Pada Senin (8/6/2026) siang WIB, Persija akan mengumumkan pelatih barunya untuk menggantikan Mauricio Souza. Nama Shin Tae-yong disebut-sebut sebagai calonnya.

Nantinya, Shin Tae-yong bakal memikul beban berat di ibu kota. Pelatih berusia 55 tahun itu akan ditargetkan untuk membawa Persija menjadi juara Super League musim depan.

Dengan lima tahun pengalamannya menangani Timnas Indonesia, bekal Shin Tae-yong sebenarnya sudah cukup. Namun, melihat riwayat terakhirnya di level klub, keraguan itu tetap menyelimuti.

Read Entire Article
Ilmu Pengetahuan | | | |